Seharian ini aku tak bertemu dengan Candra.
Aku memang sengaja menghindar darinya. Dekat-dekat dengannya hanya akan
mengingatkanku bahwa aku sudah tidak berhak atas dia. Aku bukan siapa-siapanya
lagi sekarang. Walaupun dia bilang dia masih mencintaiku. Intinya, kita putus
dikarenakan Danny, dan dia juga cemburu melihatku dengan Danny. Memikirkannya
benar-benar membuatku pusing.
Rencananya sehabis pulang sekolah, aku
langsung pulang dan menjenguk Danny,
namun niat itu batal karena aku tertidur di UKS. Suhu AC.nya yang sangat dingin
di cuaca yang panas ini membuatku benar-benar tak dapat menahan kantukku
sehingga aku ketiduan. Aku bangun dari kasur dan merapikan seragamku. Tasku
ternyata sudah ada di samping kasur UKS yang kutiduri. Aku buru-buru
mengambilnya dan keluar dari ruang UKS. Karena ruang UKS berhadapan dengan
lapangan basket, aku dapat melihat dengan jelas ada anak laki-laki yang sedang
bermain basket sendirian, tanpa satupun lawan. Gerakannya sangat gesit dan
lincah, sayang terlihat penuh emosional. Aku memberanikan diri untuk mendekati
lapangan basket supaya dapat melihat dengan jelas siapa yang sedang bermain.
Aku kaget menemukan bahwa Candra lah yang ada disana. Keringatnya membasahi
tubuhnya yang terlihat kelelahan namun tak mengurangi kecepatannya dalam menggiring bola. Dan
akhirnya beberapa menit kemudian aku melihatnya ambruk tepat di tengah
lapangan. Refleks aku lari ke tengah lapangan.
“Candra, bangun! Kamu gak apa-apa?” tanyaku
sambil sedikit gelisah. Jujur, aku takut dia kenapa-kenapa. Nafasnya terdengar
memburu. Candra perlahan-lahan membuka matanya dan kaget melihatku ada
disampingnya.
“Fika?kamu kok ada disini?” tanyanya sambil
berusaha bangun dengan susah payah. Aku tak langsung menjawab pertanyaannya dan
mengambil botol minuman di dalam tasku.
“cepat, minum! Aku tau kamu haus,capek dan
butuh minum kan” kataku sambil menyodorkan botol minumku kerarahnya. Sejenak
dia ragu untuk meminumnya, namun akhirnya diminum juga dan habis dalam sekejap.
“sudah sore, ayo kuantar pulang. Makan dulu
tapinya” katanya sambil berdiri dan mengambil tasnya. Akupun mengikutinya dari
belakang.
“aku bisa pulang sendiri kok Ndra! Lagian
aku juga sudah makan tadi siang di kantin” kataku berbohong. Dia langsung
berbalik badan menghadap kearahku dan menatap langsung mataku dengan matanya
yang biru itu. Aku lansung menunduk, takut dia menyadari bahwa aku sedang
membohonginya.
“kau tak usah bohong padaku,fik! Aku tau
kamu tadi di UKS seharian dan ketiduran!mana ada waktu buat makan siang”
katanya dan seakan-akan sadar dengan apa yang barusan dikatakannya, dia
langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sebentar lalu berbalik
badan.
“Dari mana dia tau aku di UKS tadi seharian?
Bahkan dia tau kalau aku tertidur di UKS” pikirku kemudian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar